Periksa Tiroid Kamu di Rumah dengan Tes Sederhana Ini

Menurut Asosiasi Tiroid Amerika, satu dari delapan perempuan akan mengalami gangguan tiroid semasa hidupnya, tapi 60% dari mereka tidak pernah menyadari itu.

Jika kamu berjuang dengan kondisi tubuh yang tidak berenergi, kesulitan berkonsentrasi, moody, atau kesulitan mempertahankan berat badan ideal, bisa jadi kamu adalah satu dari perempuan pejuang tiroid itu. Apakah hanya perempuan yang mengalami gangguan tiroid ? Tentu saja tidak. Namun, penyakit ini lebih sering menyerang perempuan. Dalam artikel ini, Pita Tosca akan berbagi satu tes sederhana yang bisa dilakukan di rumah, yang juga direkomendasikan oleh para ahli untuk menentukan apakah terjadi gangguan tiroid pada tubuh. (Catatan : artikel ini tidak dimaksudkan untuk tujuan diagnosis, perawatan, ataupun pengobatan gangguan tiroid).

Suhu Basal Tubuh mengindikasikan Fungsi  Tiroid

Kelenjar tiroid seringkali disebut sebagai “thermostat” tubuh, karena kelenjar ini memproduksi hormon yang kita butuhkan untuk tetap merasa hangat. Fungsi ini dilakukan dengan cara mengubah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari, yaitu TSH, menjadi T4 dan T3. Sayangnya, ketika tiroid kita dalam kondisi tidak baik, akan sulit untuk menjaga suhu tubuh pada temperatur yang seharusnya. Selain itu, beberapa enzim juga tidak berfungsi dengan baik pada kondisi suhu tubuh yang cenderung lebih hangat ataupun lebih dingin, hingga kemudian dapat memicu munculnya penyakit-penyakit lain.

Menurut Klinik Mayo, tiroid yang tidak aktif (hipotiroid) dapat memicu munculnya penyakit jantung, depresi, infertilitas, kesulitan melahirkan, myxedema coma, dan juga munculnya benjolan pada leher atau goiter.

Tiroid Bermasalah meskipun Hasil Tes Normal (?)

Apakah kamu merasakan semua gejala hipotiroid meskipun hasil tes lab kamu normal ? Menurut beberapa ahli, tes TSH yang selama ini digunakan untuk mengetahui kondisi tiroid sebenarnya tidak selalu akurat. Mengapa ? Karena hormon T4 adalah hormon yang tidak aktif di dalam tubuh, sehingga tubuh harus mengubahnya menjadi hormon yang aktif, yaitu T3.

“Biasanya,tenaga medis akan mendiagnosis penyakit tiroid melaui tes darah untuk mengetahui nilai TSH, atau jumlah hormon T3 dan T4 di dalam darah.Tetapi perlu diingat, bahwa T3 adalah hormon utama yang membantu mengatur suhu tubuh, bukan T4.

Dengan demikian, terlepas dari pelepasan T4 dalam jumlah cukup oleh kelenjar tiroid, jika kita tidak mendapatkan hasil konversi T4 ke T3 dalam jumlah cukup, atau T3 tidak bisa mengaktifkan reseptor hormon tiroid pada sel-sel tubuh, maka suhu basal tubuh akan rendah, begitu juga dengan fungsi tiroid.

Dengan kata lain, suhu basal tubuh dapat dijadikan satu indikator untuk mengetahui seberapa efisien kelenjar tiroid kita bekerja, dibandingkan dengan tes darah yang hanya mengukur seberapa banyak hormon berada di dalam darah, namun tidak dapat menjelaskan seberapa aktif kelenjar tiroid.

Tes Tiroid Sendiri di Rumah untuk Mengetahui Kerja Tiroid

Apa yang kamu butuhkan ?

Satu buah termometer dalam kondisi yang baik (bukan termometer digital), atau termometer kaca ala jaman dulu yang berisi air raksa. Dua termometer ini melakukan fungsi kalibrasi secara berbeda dan dapat menunjukkan  suhu yang berbeda. Tes ini diujicobakan dengan menggunakan termometer kaca, itulah mengapa lebih baik menggunakan termometer jenis ini untuk alasan akurasi. Berikut langkah-langkahnya

  1. Letakkan termometer di tempat tidur sebelum kamu terlelap. Termometer ini harus bisa kamu jangkau tanpa beranjak dari tempat tidur atau mengeluarkan banyak tenaga. Jangan lupa untuk mengocok termometer sebelum menggunakannya.
  2. Selama tiga hari, ambil termometer segera setiap kali bangun tidur. Hal ini harus dilakukan pada jam yang sama sebelum kamu beranjak dari tempat tidur. Letakkan termometer di ketiak kamu selama 10 menit tanpa melakukan banyak gerakan.
  3. Tuliskan suhu tubuh kamu,jam dan tanggal dalam selembar kertas.
  4. Ulangi langkah ini selama tiga hari berturut-turut.
termometer air raksa
termometer air raksa

Khusus untuk perempuan dalam masa mentruasi, suhu tubuh kamu mengalami fluktuasi selama siklus menstruasi. Untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam tes ini, mulailah tes ini sehari setelah menstruasi dimulai.

Apa yang harus diperhatikan ?

Menurut beberapa pakar, suhu tubuh yang sehat berada antara kisaran 36.6 hingga 36.8 derajat Celcius. Dengan kata lain, jika suhu tubuh kamu secara konsisten lebih rendah dari kisaran ini selama paling tidak tiga hari atau lebih, hal ini bisa jadi mengindikasikan hipotiroidisme. Sebaliknya, suhu tubuh yang secara konsisten lebih tinggi dari kisaran di atas, mengindikasikan hipertiroidisme ataupun bisa jadi juga menunjukkan adanya infeksi.

Perlu diingat, tes ini sangat membantu untuk mengidentifikasi adanya gangguan tiroid. Namun tidak dapat digunakan sebagai basis kriteria diagnosis. Artikel ini semata bertujuan untuk mengedukasi kesadaran masyarakat Indonesia tentang gangguan tiroid. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat !

Sumber : mommypotamus.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s